Apa Itu Dalail Khairat?

Friday, 2 July 2021

Oleh: TGH. DR. Miftah el-Banjary, MA

(Pensyarah/Pengajar dan Pemegang Sanad Dalail Khairat ke-14)

Tentu sahabat ada banyak yang bertanya, “Apa itu Dalail Khairat?”

Dalail Khairat merupakan mushaf kumpulan redaksi shalawat terlengkap dari semua riwayat hadits-hadits al-ma’tsur yang bersumber dari Rasulullah Saw, para sahabat, tabi’in serta tabi’iet-tabi’en hingga para ulama di masa itu yang dikumpulkan oleh al-Imam Abi Abdillah Muhammad Ibn Sulaiman al-Jazuly; seorang ulama terkemuka di kota Fez Maroko (W. 870 M/1465 M).

Kitab shalawat ini bernama lengkap “Dalail al-Khairat wa Syawariq al-Anwar fi Shalawaat an-Nabiyyi al-Mukhtaar” yang berarti “Petunjuk-Petunjuk Kebaikan dan Pancaran Cahaya Terang Benderang dalam Shalawat pada Nabi yang Terpilih”. Pada perkembangan selanjutnya, kitab ini lebih populer dengan sebutan “Dalail Khairat”  atau hanya “Dalail” saja.

Mushaf Dalail Khairat terdiri dari beberapa bab shalawat harian atau yang lebih dikenal dengan penyebutan “Hizb”. Di dalamnya diawali dengan Hizb Asmaun Nabi [Nama-Nama Nabi] yang berjumlah 201.

Selanjutnya di dalamnya terdapat Hizb Senin Awwal, Hizb Selasa, Hizb Rabu, Hizb Kamis, Hizb Jum’at, Hizb Sabtu, Hizb Ahad dan Hizb Senin Akhir yang terdapat waqaf/jeda pada setiap hizbnya dan kemudian setelah selesai ditutup dengan doa Khatam atau doa penutup.

Seorang pengamal Dalail Khairat diharapkan membaca dan mengamalkan setiap hizb harian shalawat tersebut, disesuaikan dengan hari apa yang sedang ia temui setiap harinya dengan tata cara dan adab-adab yang telah termuat pada mushaf ini.

Mushaf Dalail Khairat telah diakui oleh para ulama terkait karomah dan keberkahannya yang sungguh sangat luar biasa. Para ulama mengatakan ada tiga amalan shalawat yang memperoleh maqam maqbul indallah [yang bila dibaca ketika seseorang memiliki hajat tertentu dimudahkan terkabul], yaitu:

  1. Dalail Khairat karya al-Imam Abi Abdillah Muhammad Ibn Sulaiman al-Jazuly (W. 1465 M).
  2. Qasidah al-Burdah karya al-Imam Abi Abdillah Syarafuddin Muhammad ibn Sa’id al-Bushiri (W. 1294 M).
  3. Kitab Asy-Syifa karya al-Imam Qadhi ‘Iyadh Musa al-Yahsubi (W. 1149 M).

Ada banyak fadhilat dan keutamaan shalawat Dalail Khairat yang tidak bisa penulis sebutkan di sini. Walhasil, di dalam Mushaf Dalail Khairat ini mengandung jutaan milyar fadhilat dan kelebihan yang telah dirasakan dan dibuktikan oleh orang-orang yang istiqamah mengamalkannya.

Demikian pula, kiranya seorang pengamal Dalail Khairat sangat dianjurkan sekali memiliki seorang guru/pembimbing yang memberikan sanad dan ijazah dalam mengamaliahkannya agar amaliah tersebut dapat diamalkan sesuai dengan aturan dan ketentuan sebagaimana yang telah diajarkan oleh para ulama dan pengamalnya dari generasi ke generasi.

Oleh karena itulah, sejak penerbitan pertama Mushaf Dalail Khairat ini, kami telah menyediakan Kelas Bimbingan dan Pengijzahan Dalail Khairat hingga angkatan ke-5 secara online yang alumninya telah mencapai ratusan orang, baik dari seluruh Nusantara, hingga negeri jiran, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Tentunya, hal yang paling penting untuk diperhatikan bahwa mengamalkan dan membaca Dalail Khairat, bukan semata-mata hanya ingin mengejar fadhilat dan keutamaannya, melainkan semata-mata ikhlas mengharapkan ridha Allah Swt serta berharap syafa’at al-uzhma dari baginda Rasulullah Saw kelak pada hari kiamat dengan cara memperbanyak membaca shalawat padanya.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!
× Chat via WhatsApp!